SETIAP tanggal 3 Maret, warga Kecamatan Sorkam dan Kecamatan Barus, Kotamadya Sibolga selalu memperingati gugurnya pahlawan Kemerdekaan Nasional asal Sibolga, Kapten Bongsu Pasaribu. Bagi sebagian keluarga anak – cucu veteran ada yang menyempatkan diri mendatangi tempat makan Kapten Bongsu Pasaribu di makam Pahlawan Sibolga. Mereka umumnya menaburkan bunga bunga dan berdoa agar beliau diterima disisi yang maha kuasa. Sementara ditempat kelahiran Kapten Bongsu dilahirkan, warga setempat pada tanggal itu merayakannya dengan membuat acara drama yang diprankan oleh anak anak muda di rumah rumah para veteran. Suasanya terlihat seperti nyata menirukan perjalan sejarah dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Untuk setiap tanggal 17 Agustus, Bupati Sibolga sering menyempatkan diri menemui keluarga almarhum. Terbukti pada 17 agustus lalu, bupati sibolga memberikan penghargaan melalui para cucu, anak -anaknya.
Nama:
Dr Bomer Pasaribu, SH SE MS
Lahir:
Batangtoru Tapanuli Selatan, 22 Agustus 1943
Agama:
Islam
Istri:
Dra. Hj. Sari Ena L
Anak:
5 (lima) orang
Jabatan Terakhir:
Anggota DPR RI 2004-2009 dari Partai Golongan Karya

Lahir di Siborong-borong, desa kecil di Tanah Batak. Sebagai anak bungsu dari tiga bersaudara, dari seorang asisten wedana, keluarganya terbilang berada, semua anak dalam keluarga ini mendapat pendidikan Belanda. Sudah sejak masa anak-anak musik klasik akrab di telinga Amir lewat gramafon ayahnya. Keluarga ini pun mempunyai orgel harmonium, organ yang masih nonelektrik, yang bunyinya berasal dari udara yang dikocok dengan pompa yang digerakan dengan kaki pemainnya. Sejak kecil pula Amir sudah memainkan orgel ini, setelah belajar di gereja Huria Kristen Batak Protestan di desanya, ia juga sering diminta mengiringi nyanyian gereja.
Filed under: HanKam | Tags: batak, bongsu, indonesia, nasional, pahlawan, pasaribu, sibolga
SETIAP tanggal 3 Maret, warga Kecamatan Sorkam dan Kecamatan Barus, Kotamadya Sibolga selalu memperingati gugurnya pahlawan Kemerdekaan Nasional asal Sibolga, Kapten Bongsu Pasaribu. Bagi sebagian keluarga anak – cucu veteran ada yang menyempatkan diri mendatangi tempat makan Kapten Bongsu Pasaribu di makam Pahlawan Sibolga. Mereka umumnya menaburkan bunga bunga dan berdoa agar beliau diterima disisi yang maha kuasa. Sementara ditempat kelahiran Kapten Bongsu dilahirkan, warga setempat pada tanggal itu merayakannya dengan membuat acara drama yang diprankan oleh anak anak muda di rumah rumah para veteran. Suasanya terlihat seperti nyata menirukan perjalan sejarah dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Untuk setiap tanggal 17 Agustus, Bupati Sibolga sering menyempatkan diri menemui keluarga almarhum. Terbukti pada 17 agustus lalu, bupati sibolga memberikan penghargaan melalui para cucu, anak -anaknya.